TURBIN UAP DAN PERKEMBANGANNYA SAAT INI



PENGERTIAN TURBIN UAP



Gambar 1. Turbin Uap

Turbin uap adalah sebuah turbin yang berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar. Sistem kerja turbin uap ini yaitu uap yang masuk ke dalam turbin akan menabrak sudu-sudu turbin sehingga menggerakkan rotor atau shaft dari turbin. Turbin bisa berputar akibat adanya perbedaan tekanan.

Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin, lansung atau dengan bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang akan digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yang digunakan, turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk transportasi. Pada proses perubahan energi potensial menjadi energi mekanisnya yaitu dalam bentuk putaran poros dilakukan dengan berbagai cara.

Pada dasarnya turbin uap terdiri dari dua bagian utama, yaitu stator dan rotor yang merupakan komponen utama pada turbin kemudian di tambah komponen lainnya yang meliputi pendukungnya seperti bantalan, kopling dan sistem bantu lainnya agar kerja turbin dapat lebih baik. Sebuah turbin uap memanfaatkan energi kinetik dari fluida kerjanya yang bertambah akibat penambahan energi termal.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TURBIN UAP


Gambar 2. Turbin Uap Pertama


Sebuah turbin uap terdiri dari sebuah roda yang diputar oleh uap yang masuk ke dalam pisau baling-baling di sisi luarnya, dalam sistem tertutup. Konsep itu telah diusulkan dan digambarkan jauh-jauh hari oleh orang Italia Giovanni Branca pada tahun 1629 dalam bukunya Le Machine. William Avery mengembangkan penerapan awalnya pada tahun 1831 di Amerika Serikat, tetapi mesinnya tidak berjalan lancar dan tidak efisien.

Seorang penemu berkebangsaan Swedia Gustave De Laval mengembangkan sebuah sistem turbin uap yang efektif pada tahun 1883, dan ia memiliki andil sebagai penemu turbin uap modern. Dia menggunakan turbin kecil untuk menggerakkan sebuah alat yang memisahkan busa dan susu dengan gaya sentrifugal, mcngoperasikannya pada tingkat yang teramat sangat tinggi sebanyak 30.000 putaran dalam satu menit. Kecepatan itu terlalu tinggi untuk digunakan dalam transportasi praktis, meskipun De Laval segera membuat turbin uap untuk beragam penerapan stasioner, dan perusahaannya belakangan juga memproduksi turbin gas.

Pada tahun 1884 Charles Parsons (1854-1931), seorang insinyur Inggris, mematenkan turbin uap yang sama dengan rancangan De Laval, dengan beberapa rangkaian baling baling yang dipasang pada sebuah rotor. Pengembangan dari Parsonslah yang menjadikan turbin uap praktis untuk diterapkan pada beberapa tugas-berat yang yang membutuhkan kecepatan revolusi yang lebih lambat namun lebih kuat. Pisau stasioner mendorong uap untuk menggerakkan pisau putar dengan menggunakan serangkaian pisau untuk mengurangi kecepatan dan tekanan. Turbinnya, yang juga berputar pada kecepatan yang sangat tinggi, bisa digunakan untuk mengggerakkan generator listrik. Parsons mengembangkan sebuah turbin uap perahu bertenaga balingbaling, Turbina, yang memperoleh catatan kecepatan sampai 34 knot pada tahun 1897. Turbin Parsons kemudian dipasang pada kapal pesiar Lusitania dan Mauritania. Di Amerika Serikat, Charles Curtis menyempurnakan turbin uap dalam skala besar dan menjual hak paten untuk rancangan itu kepada General Electric pada tahun 1902, yang kemudian menggunakannya untuk membangun pabrik-pabrik pembangkit listrik.

PRINSIP KERJA & BAHAN BAKAR PADA TURBIN UAP
Ø  Prinsip Kerja Turbin Uap

                                                                     
Gambar 3. Mekanisme Kerja Turbin Uap

Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari ketel uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat, cair dan gas.
Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik. Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur kondensor 200C sampai 300C.

Ø  Jenis Bahan Bakar Pada Turbin Uap

Turbin uap digunakan pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) untuk menghasilkan energi listrik. Di Indonesia sendiri masyarakat lebih mengenal PLTU dengan sebutan PLTU batu bara atau pembangkit listrik tenaga batu bara. Hal ini karena pemakaian batu bara yang digunakan dalam menghasilkan uap.

Batubara

Minyak Bumi


Gas Alam


Padahal PLTU sebetulnya bisa juga menggunakan sumber bahan bakar lain misalnya gas alam, minyak bumi dan sebagainya. Berhubung batu bara tersedia dalam jumlah besar di Indonesia dan harganya cukup murah, maka untuk efisiensi maka PLTU di Indonesia memanfaatkan batu bara sebagai energi primer untuk menghasilkan uap. PLTU membutuhkan energi primer yang salah satunya bisa dihasilkan oleh batu bara. Batu bara berfungsi memanaskan air di dalam tangki boiler sampai menghasilkan uap yang diinginkan.

PENGGUNAAN TURBIN UAP DI BERBAGAI NEGARA

o   Tingkat pertumbuhan negatif di sebagian besar industri yang sangat boros energi seperti minyak dan gas, petrokimia, bahan kimia dan sebagainya, menunjukkan penurunan keseluruhan industri energi Asia-Pasifik selama krisis keuangan pada tahun 2009. Hal ini berdampak pada berkurangnya minat industry terhadap turbin uap.Namun, dengan krisis tersebut pulih pada tahun 2010 dan 2011, minat terhadap turbin uap mengalami pertumbuhan pada tahun 2011.
o   Pembangkit listrik berbahan bakar batubara memainkan peran penting, tetapi pertumbuhannya di masa depan sangat dibatasi oleh masalah emisi lingkungan. Namun dengan adanya co-generation dan perkembangan teknologi batu bara bersih dapat mendorong berkembangnya penggunaan turbin uap.
o   Di Asia Tenggara, Indonesia dan Vietnam adalah dua kontributor terbesar untuk campuran bahan bakar batubara.Indonesia sudah menjadi eksportir batu bara terbesar di dunia, eksportir batu bara terbesar kedua, dan produsen batu bara terbesar kelima.
o   Di Asia Timur, Jepang sedang mencari pengembangan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan turbin uap sebagai salah satu teknologi untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga nuklir yang hilang.
o   Di wilayah Australia dan Selandia Baru (ANZ), pesanan turbin uap melambat akibat adanya ketidakjelasan tentang pajak emisi karbon.Permintaan terhadap turbin uap diperkirakan akan tetap rendah selama periode pajak emisi karbon mendapat kejelasan yang pasti.



Sumber :

Komentar